Senin, 10 Februari 2014

Implementasi Perencanaan Strategis di SMK Negeri 1 Slawi Kabupaten

Perencanaan Strategis telah diterapkan pada organisasi sosial termasuk pendidikan khususnya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengkaji lebih mendalam tentang: (1) Proses penyusunan, (2) Analisis-analisis yang digunakan, (3) Efektivitas implementasi, (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi, dan (5) Sumbangan implementasi perencanaan strategis di SMK Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, selanjutnya disebut penelitian deskriptif kualitatif dan dengan bentuk penelitian studi kasus (case study) tunggal, yaitu menyajikan uji kritis suatu teori yang difokuskan pada sebuah sekolah. Data diperoleh melalui pengamatan, dimana peneliti berfungsi sebagai instrumen utama untuk melakukan observasi, wawancara mendalam dengan sumber data utama/primer dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis interaktif melalui kegiatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, dengan pendekatan analisis domain dan taksonomial. Keabsahan data verifikasi melalui kriteria kepercayaan (observasi intensif dan triangulasi), kebergantungan, dan kepastian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses penyusunan perencanaan strategis di SMK Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal adalah dengan: pertama, merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah; kedua, kemudian membentuk satgas penyusun perencanaan strategis; ketiga, proses perumusan; dan keempat, penetapan perencanaan strategis tersebut. (2) Analisis yang digunakan dalam menyusun perencanaan strategis adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Treats). (3) Implementasi perencanaan strategis berjalan efektif. (4) Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasi perencanaan strategis yaitu; kepemimpinan, pemahaman guru dan staf terhadap renstra, dukungan pemerintah, monitoring dan evaluasi, kerja sama dan tanggung jawab, dana, dan kerjasama yang baik secara internal (tim) dan eksternal. (5) Sumbangan implementasi perencanaan strategis bagi kemajuan SMK Negeri 1 Slawi yaitu: Sekolah memiliki pedoman dalam menjalankan segala aktifitasnya; Sekolah memiliki dasar kebijakan sehingga kebijakan-kebijakannya terarah; Memudahkan membuat program tahunan dan menentukan target-tergetnya; Sekolah menjadi berkembang secara efektif.

Berdasarkan temuan dari data penelitian, peneliti memberikan saran agar penelitian mengenai perencanaan strategis di sekolah terus dikembangkan dengan objek berbeda dan jangkauan lebih luas. Kemudian perlu juga dikembangkan penelitian tentang perencanaan strategis secara lebih mendalam dan tajam mengenai dimensi-dimensi yang ada di dalamnya. Dari hasil penelitian ini, sebaiknya sekolah mendapatkan masukan dari pihak luar yang lebih berkompeten dalam perencanaan dan pendidikan. Selain itu dalam penyusunan ataupun implementasi perencanaan strategis harus melakukan analisis lingkungan strategis secara komprehensif dan seimbang.

Efektivitas Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Mutu Sekolah (Studi Implementatif di SMA Negeri 2

Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen utama dalam organisasi dibandingkan elemen lain seperti modal dan teknologi, sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain. Sekolah sebagai salah satu organisasi/lembaga pendidikan saat ini masih dinilai sebagai lembaga yang memiliki skor akreditasi rendah dari berbagai sudut, termasuk dalam mutu pengelolaan dan pelayanan yang masih belum mampu menunjukkan sisi-sisi profesionalitas dalam memberikan kepuasan para pelanggannya.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengkaji lebih mendalam tentang : 1) Implementasi manajemen sumber daya manusia di SMA Negeri 2 Sragen. 2) Efektivitas implementasi manajemen sumber daya manusia di SMA Negeri 2 Sragen dalam peningkatan mutu sekolah. 3) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat manajemen sumber daya manusia dalam peningkatan mutu sekolah di SMA Negeri 2 Sragen.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik non statistik dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus (case study). Data diperoleh melalui pengamatan, dimana peneliti berfungsi sebagai instrumen untuk melakukan observasi non partisipan, wawancara mendalam dengan sumber data utama/primer dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis interaktif melalui 3 kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi data.

Dari hasil penelitian ini dapat dipaparkan bahwa : 1) Perencanaan SDM dirancang dan disusun secara sistematik dan berdasarkan kemandirian sekolah dengan memperhatikan ciri khas sekolah. 2) Rekrutmen SDM dilakukan secara terbuka, mandiri dan dengan mengedepankan prinsip profesionalisme serta transparansi. 3) Seleksi dinilai telah memenuhi unsur professional. 4) Orientasi, meski tidak formal, tetap diberikan dengan cara memperkenalkan kondisi lingkungan, budaya dan rekan kerja. 5) Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan telah memberikan dampak dan pengaruh positif, baik untuk sekolah maupun personel. 6) Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan dua aspek, yakni aspek penilaian model kuantitatif dan kualitatif. 7) Pengelolaan dan perencanaan karier dilakukan dengan proporsional. 8) Kompensasi dilakukan dengan memperhatikan pola kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung.

Efektivitas implementasi manajemen sumber daya manusia di SMA Negeri 2 Sragen dalam upayanya meningkatkan mutu sekolah dilihat dari perspektif kepuasan pelanggan internal dan kepuasan pelanggan eksternal primer, menurut hemat penulis ternyata dapat dikategorikan baik. Bentuk kepuasan yang didapat adalah berupa adanya peningkatan perkembangan psikis pelanggan. Indikatornya berupa adanya kesempatan personel untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Adapun faktor pendukung manajemen sumber daya manusia di SMA Negeri 2 Sragen dalam meningkatkan mutu adalah : 1) Visi, Unggul Dalam Mutu, Santun Dalam Perilaku, Berakhlak dan Berilmu yang telah mengisyaratkan tujuan puncak. 2) Kepemimpinan kepala sekolah yang bersifat demokratis, partisipatif dan mandiri. 3) SDM yang senantiasa mengalami peningkatan kemampuan. 4) Fasilitas yang memadai dan mendukung. 5) Kultur yang kondusif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah : 1) Kesejahteraan terkait dengan penghasilan pokok yang masih minim. 2) Belum ada agenda untuk kejelasan karier. 3) Komunikasi mutu yang belum optimal.

Manajemen Kurikulum Pembelajaran Pesantren Dalam Meningkatkan Pendidikan Dakwah.(Studi Kasus di Pesantren Pengembangan Dan Dakwah

Manajemen kurikulum pembelajaran pesantren dalam kenyataannya memiliki keragaman selaras dengan keragaman model pesantren yang ada. Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang merupakan pesantren dengan fokus pada pendidikan dakwah. Pendidikan Dakwah merupakan pendidikan pesantren dengan Kurikulum Kusus dan program Pendidikan Kusus yang berkonsentrasi pada tujuan untuk mencetak kader-kader da’i yang militant.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen pendidikan di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang, dengan fokus pada: (1) implementasi manajemen pendidikan di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang  (2) model pembinaan itegritas santri di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyejian data, dan penarikan kesimpulan, pengcekan keabsahan temuan dilakukan dengan jalan keikutsertaan peneliti: teknik trianggulasi, dengan menggunakan bantuan berbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan peneliti adalah pengasuh pesantren, kepala madrasah, dewan asatid,  ahlu syura, dan oknum terkait.

Temuan peneliti menunjukkan bahwa:(1) manajemen kurikulum pembelajaran pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang terimplementasikan melalui perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dengan konsep kejama’ahan. Di mana manajemen pendidikan secara maksimal diarahkan pada dua komponen utama pendidikan, yaitu manajemen kesantrian serta kurikulum pembelajaran,  dengan tujuan meningkatkan pendidikan dakwah santri. (2) pembinaan integritas santri di pesantren pengembangan dan dakwah mengarah pada pendidikan ruhiyyah dan mental pemikiran dengan berbagai pendekatan dan model yang diterapkan dipesanten tersebut.

Minggu, 09 Februari 2014

Implementasi Peran Komite Madrasah dalam Menciptakan Hubungan Sinergis dengan Kepala Madrasah (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri (MAN)

Manajemen kurikulum pembelajaran pesantren dalam kenyataannya memiliki keragaman selaras dengan keragaman model pesantren yang ada. Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang merupakan pesantren dengan fokus pada pendidikan dakwah. Pendidikan Dakwah merupakan pendidikan pesantren dengan Kurikulum Kusus dan program Pendidikan Kusus yang berkonsentrasi pada tujuan untuk mencetak kade- kader da’i yang militant.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manajemen pendidikan di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang, dengan fokus pada: (1) implementasi manajemen pendidikan di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang (2) model pembinaan itegritas santri di Pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyejian data, dan penarikan kesimpulan, pengcekan keabsahan temuan dilakukan dengan jalan keikutsertaan peneliti: teknik trianggulasi, dengan menggunakan bantuan berbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan peneliti adalah pengasuh pesantren, kepala madrasah, dewan asatid, ahlu syura, dan oknum terkait.
Temuan peneliti menunjukkan bahwa:(1) manajemen kurikulum pembelajaran pesantren Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang terimplementasikan melalui perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dengan konsep kejama’ahan. Di mana manajemen pendidikan secara maksimal diarahkan pada dua komponen utama pendidikan, yaitu manajemen kesantrian serta kurikulum pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan pendidikan dakwah santri. (2) pembinaan integritas santri di pesantren pengembangan dan dakwah mengarah pada pendidikan ruhiyyah dan mental pemikiran dengan berbagai pendekatan dan model yang diterapkan dipesanten tersebut.

Manajemen Kinerja Berbasis Budaya Religius Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru (Studi Kasus di MTsN

Penelitian ini mengungkapkan tentang kemampuan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui manajemen kinerja berbasis budaya religius di MTsN Aryojeding, dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan kinerja guru berbasis budaya religius di MTsN Aryojeding? (2) Bagaimana pebinaan kinerja guru berbasis budaya religius di MTsN Aryojeding? (3) Bagaimana evaluasi kinerja guru berbasis budaya religius
di MTsN Aryojeding?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilakukan di MTsN Aryojeding dengan menggunakan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi : (1) wawancara mendalam, (2) pengamatan terlibat, dan (3) dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik pusposive sampling yang dipadukan dengan snowball sampling. Data yang terkumpul melalui teknik tersebut diorganisir, ditafsirkan, dan di analisis dalam kasus (within analysis) maupun analisis lintas kasus (cross case analysis).

Kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, verifikasi data/cross check, dan pengecekan mengenai kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dicapai melalui pengauditan oleh para pembimbing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan yang dilakukan oleh kepala MTsN Aryojeding dalam meningkatkan profesionalisme guru berbasis budaya religius meliputi: (a) Perencanaan berdasarkan RENSTRA, visi, misi, tujuan madrasah, dan kebutuhan (need assesment), (b) Melibatkan seluruh unsur civitas akademika madrasah, (c) Melakukan rekrutmen guru GTT baru, (2) Pembinaannya meliputi: (a) Mengikutkan dalam diklat, seminar, maupun workshop, (b) Studi lanjut, (c) Revitalisasi MGMP, (d) Membentuk forum silaturrahim antar guru, (e) Penambahan fasilitas penunjang, (3) Evaluasi meliputi: (a) melakukan supervisi, baik secara personal maupun kelompok, (b) Teknik yang digunakan adalah secara langsung (directive) dan tidak langsung (non direcvtive), (c) Aspek penilaian dalam supervisi adalah presensi guru, kinerja guru di madrasah, perkembangan siswa, (d) menggunakan format Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3).

Peran Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru (Studi Penerapan Fungsi Manajemen Kepala Madrasah di Sekolah Alam Bilingual MTs

Dalam memajukan lembaga pendidikan Islam, seorang kepala madrasah harus memiliki kepemimpinan yang berkualitas dan efektif. Kepemimpinan yang berkualitas dan efektif merupakan realisasi perpaduan bakat dan pengalaman kepemimpinan dalam situasi yang berubah-ubah karena berlangsung melalui interaksi antar sesama manusia. Selain itu, kepemimpinan yang berkualitas itu adalah kepemimpinan yang mampu dalam hal: 1. Memanaj/mengelola lembaga yang dipimpinnya, yaitu terkait dengan planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan) dan controlling (pengawasan); 2. Mampu mengantisipasi perubahan; 3. Mampu mengoreksi kekurangan dan kelemahan; dan 4. Sanggup membawa lembaga pada tujuan yang telah ditetapkan.
Sehubungan dengan hal ini, Peran kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu mengembangkan profesionalitas guru, karena guru merupakan salah satu komponen substantif pendidikan yang sangat berperan dalam mengembangkan Lembaga pendidikan Islam.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan) Kepala Madrasah dalam mengembangkan profesionalitas Guru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study) dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di MTs Surya Buana Malang. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala madrasah, Waka kurikulum dan Guru. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1. Wawancara, 2. Observasi, dan 3. Studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interactif (Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan/temuan sementara, Melakukan verifikasi dan Penarikan kesimpulan/temuan akhir). Pengecekan keabsahan data di dasarkan pada: Kredibilitas (Kepercayaan), Dependabilitas (Ketergantungan) dan Konfirmabilitas (Kepastian).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah dalam mengembangkan profesionalitas guru dari segi penerapan fungsi manajemen adalah 1. Planning (Perencanaan), pengembangan dilakukan dalam dua bagian, yaitu a. Rekrutmen guru profesional; b. Pelatihan dan pengembangan (rapat, MGMP, seminar, penataran dan studi lanjut), 2. Organizing (Pengorganisasian), kepala madrasah melibatkan seluruh warga MTs Surya Buana, di antaranya Tim pengembang dan Tim Sembilan (khususnya bidang ketenagaan), dan juga yayasan, 3. Actuating (Pelaksanaan), dalam perekrutan guru kepala madrasah sangat selektif dalam rangka mendapatkan guru baru yang profesional yaitu melalui tes dan wawancara. Sedangkan dalam pelatihan dan pengembangan kepala madrasah memfasilitasi para guru dan membiayai kegiatan-kegiatan tersebut yayasan, 4. Controlling (Pengawasan), kepala madrasah melakukan supervisi kepada para guru.

Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas, dikemukakan saran-saran sebagai berikut: 1. Dalam perekrutan guru profesional, kepala madrasah hendaknya lebih memperhatikan pengalaman organisasi pelamar. Hal ini penting karena guru dalam pengabdiannya tidak hanya sebatas mengajar tapi juga ikut mengembangkan lembaga lewat jabatan struktural seperti menjabat sebagai waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas dan sebagainya yang ada di struktur organisasi. 2. Dalam program pengembangan profesionalitas guru (MGMP, Seminar, Penataran, dan Studi lanjut S2) kepala madrasah hendaknya lebih memanej lagi. Salah satu contohnya adalah memanaj pengadaan biaya khusus untuk pengembangan guru. Jadi ketika ada pelatihan atau seminar kepala madrasah bisa mendelegasikannya tanpa harus memikirkan biaya lagi. 3. Bagi kepala madrasah hendaknya juga membuat tim khusus terkait dengan program pengembangan di atas, sehingga Guru tidak harus mencari sendiri program-program beasiswa tapi ada tim yang mengurusi itu, sehingga tim itu tinggal menginformasikan kepada para guru kalau ada program beasiswa. dan ini juga berlaku untuk program-progran yang lain seperti informasi MGMP, penataran, seminar dan lain-lain.

Strategi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) dalam meningkatkan mutu pendidikan studi komparatif di Universitas ____________dan Universitas Islam ___

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Malang dalam pengembangan kurikulum, 2) untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembagan kurikulum, 3) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan pada Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Malang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi peran serta, dan dokumentasi. Interpretasi data menggunakan perspektif fenomenologis. Sedangkan untuk mendapatkan kevalidan data digunakan teknik observasi terus menerus dan memanfaatkan data yang dianalisis, mencari kasus yang berkenaan dengan strategi pengembangan kurikulum, melibatkan informan untuk merevieu data (member check), mendiskusikan data dengan pihak tertentu, memeriksakan kembali dengan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang dalam strategi pengembangan kurikulum adalah melalui beberapa tahapan: 1. Menentukan standar mutu, visi, misi dan tujuan dan dilanjutkan dengan membuat tim kecil yang terdiri dari Dekan, PD I,II,III, Kajur, Kepala Laboratorium dan Guru Besar/Dosen, 2. Mendatangkan dosen atau tim ahli pengembangan kurikulum di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Malang disebabkan oleh 1. Perkembangan imu pengetahuan dan teknologi, 2. Tuntutan masyarakat, 3. Pengaruh globalisasi, 4. Perubahan budaya dll.
Dan faktor-faktor yang mempegaruhi peningkatan mutu di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Islam Malang dapat dipengaruhi oleh pengembangan kurikulum yang digunakan oleh kedua universitas tersebut.